Mengenal Nabi Lebih Dekat

18 April 2013

Memuliakan Tamu dan Tetangga

Oleh Yularda Alif



عن أبي هريرة رضي الله عنه : أن رسول الله صلي الله عليه وسلم قال : مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللهِ وَالْيَوْمِ الأخِرِ فِلْيَقُلْ خَيْرًا أَوْ لِيَصْمُتْ وَمَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللهِ وَالْيَوْمِ الأخِرِ فَلْيُكْرِمْ جَارَهُ, وَمَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللهِ وَالْيَوْمِ الأخِرِ وَلْيُكْرِمْ ضَيْفَهُ.

Dari Abi Hurairah Radliyallahu ‘anhu, Rasululllah Shallallahu ‘alaihi wa salllam bersabda: “Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaknya berkata baik atau diam. Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaknya memuliakan tetangganya. Dan barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, maka hendaknya memuliakan tamunya.”

            Hadits ini menyerukan interaksi serta mu’amalah yang baik dengan orang lain. Muamalah  yang baik, menyebabkan tersebarnya cinta diantara manusia. Dan cinta menyebabkan tumbuhnya kasih sayang serta persatuan.

Beberapa Faidah dari hadits ini :

[1] Islam adalah agama yang menyeru kepada tersebarnya cinta, persahabatan, serta persatuan antar individu masyarakat Islam.
]2[ Hadits ini menunjukan akan pentingnya suatu ucapan. Karena seorang hamba terkadang mengatakan suatu ucapan yang mendatangkan kemurkaan Allah (sementara ia tidak menaruh perhatian terhadapnya), yang menjatuhkannya ke dalam neraka sejauh tujuh puluh kharif[1] karena perkataan tersebut.
[3] Pada hadits ini terdapat perintah untuk berhias dengan akhlak yang mulia, serta menjauhi akhlak yang tercela.
[4] Juga perintah untuk bermuamalah/ bergaul dengan orang lain secara baik.

(Diringkas dan diterjemahkan secara bebas dari kitab Qowaid Wa Fawaid Min Al-Arba’in An-Nawawiyyah karya Adzim Muhammad Sulthan).
Madinah, 26 Rabi’ul Akhir 1434 H.


[1] Yaitu perjalanan selama tujuh puluh tahun.-ed.

0 komentar:

Posting Komentar

Arsip

Follow us on

Copyright © Jejak Nabi | Powered by Blogger

Design by Anders Noren | Blogger Theme by NewBloggerThemes.com