Oleh Yularda Alif
عن أبي هريرة رضي الله عنه : أن رسول الله صلي الله عليه وسلم قال : مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللهِ وَالْيَوْمِ الأخِرِ فِلْيَقُلْ خَيْرًا أَوْ لِيَصْمُتْ وَمَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللهِ وَالْيَوْمِ الأخِرِ فَلْيُكْرِمْ جَارَهُ, وَمَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللهِ وَالْيَوْمِ الأخِرِ وَلْيُكْرِمْ ضَيْفَهُ.
Dari Abi Hurairah Radliyallahu ‘anhu, Rasululllah
Shallallahu ‘alaihi wa salllam bersabda: “Barangsiapa yang
beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaknya berkata baik atau diam.
Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaknya memuliakan
tetangganya. Dan barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, maka hendaknya
memuliakan tamunya.”
Hadits
ini menyerukan interaksi serta mu’amalah yang baik dengan orang lain. Muamalah
yang baik, menyebabkan tersebarnya cinta
diantara manusia. Dan cinta menyebabkan tumbuhnya kasih sayang serta persatuan.
Beberapa Faidah dari hadits ini :
[1] Islam adalah agama yang menyeru
kepada tersebarnya cinta, persahabatan, serta persatuan antar individu
masyarakat Islam.
]2[ Hadits ini menunjukan akan
pentingnya suatu ucapan. Karena seorang hamba terkadang mengatakan suatu ucapan
yang mendatangkan kemurkaan Allah (sementara ia tidak menaruh perhatian
terhadapnya), yang menjatuhkannya ke dalam neraka sejauh tujuh puluh kharif[1]
karena perkataan tersebut.
[3] Pada hadits ini terdapat perintah
untuk berhias dengan akhlak yang mulia, serta menjauhi akhlak yang tercela.
[4] Juga perintah untuk bermuamalah/
bergaul dengan orang lain secara baik.
(Diringkas dan diterjemahkan secara bebas dari
kitab Qowaid Wa Fawaid Min Al-Arba’in An-Nawawiyyah karya Adzim
Muhammad Sulthan).
Madinah, 26 Rabi’ul Akhir 1434 H.
0 komentar:
Posting Komentar