Mengenal Nabi Lebih Dekat

22 Maret 2015

Agama Adalah Nasehat

Arba'in Nawawi Hadits ke: [7] 

عَنْ أَبِي رُقَيَّةَ تَمِيْم الدَّارِي  أَنَّ النَّبِيَّ  قَالَ: الدِّيْنُ النَّصِيْحَةُ. قُلْنَا لِمَنْ؟ قَالَ: لِلَّهِ وَلِكِتَابِهِ وَلِرَسُوْلِهِ وَلأَئِمَّةِ الْمُسْلِمِيْنَ وَعَامَّتِهِمْ. رَوَاهُ الْبُخَارِيُّ وَمُسْلِمٌ

Dari Abu Ruqoyah Tamim Ad-Daari , bahwasanya Rasulullah : “Agama adalah nasehat.” Kami berkata: “Kepada siapa?”  Beliau bersabda: “Kepada Allah, kitab-Nya, Rasul-Nya dan kepada pemimpan kaum muslimin dan rakyatnya.”

 Diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim.

Diterjemahkan oleh: Sofyan Saladin, Mahasiswa Fakultas Hadits Semester 7 Universitas Islam Madinah 





06 Maret 2015

Arbain Nawawi [6]: Menjauhi Syubhat Dalam Kehidupan

عَنْ أَبِي عَبْدِ اللهِ النُّعْمَانِ بْنِ بَشِيْرٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا قَالَ: سَمِعْتُ رَسُوْلَ اللهِ  يَقُوْلُ: إِنَّ الْحَلاَلَ بَيِّنٌ وَإِنَّ الْحَرَامَ بَيِّنٌ وَبَيْنَهُمَا أُمُوْرٌ مُشْتَبِهَاتٌ لاَ يَعْلَمُهُنَّ كَثِيْرٌ مِنَ النَّاسِ، فَمَنِ اتَّقَى الشُّبُهَاتِ فَقَدْ اسْتَبْرَأَ لِدِيْنِهِ وَعِرْضِهِ، وَمَنْ وَقَعَ فِي الشُّبُهَاتِ وَقَعَ فِي الْحَرَامِ، كَالرَّاعِي يَرْعىَ حَوْلَ الْحِمَى يُوْشِكُ أَنْ يَرْتَعَ فِيْهِ، أَلاَ وَإِنَّ لِكُلِّ مَلِكٍ حِمًى أَلاَ وَإِنَّ حِمَى اللهِ مَحَارِمُهُ أَلاَ وَإِنَّ فِي الْجَسَدِ مُضْغَةً إِذَا صَلَحَتْ صَلَحَ الْجَسَدُ كُلُّهُ وَإِذَا فَسَدَتْ فَسَدَ الْجَسَدُ كُلُّهُ أَلاَ وَهِيَ الْقَلْبُ. رَوَاهُ الْبُخَارِيُّ وَمُسْلِمٌ


Dari Abu Abdillah Nu’man bin Basyir radhiallahuanhuma dia berkata: “Saya mendengar Rasulullah  bersabda: “Sesungguhnya yang halal itu jelas dan yang haram itu jelas. Di antara keduanya terdapat perkara-perkara yang syubhat (samar-samar) yang tidak diketahui oleh orang banyak. Maka siapa yang melindungi dirinya dari perkara syubhat berarti dia telah menyelamatkan agama dan kehormatannya.

 Dan siapa yang terjerumus dalam perkara syubhat, maka akan terjerumus dalam perkara yang diharamkan. Sebagaimana penggembala yang menggembalakan hewan gembalaannya di sekitar (ladang) yang dilarang untuk memasukinya, maka lambat laun dia akan memasukinya. Ketahuilah bahwa setiap raja memiliki wilayah larangan dan wilayah larangan Allah adalah segala apa yang diharamkan-Nya. 

Ketahuilah bahwasanya di dalam tubuh terdapat segumpal daging, jika dia baik maka baiklah seluruh tubuh, dan jika dia buruk, maka buruklah seluruh tubuh; ketahuilah bahwa segumpal daging itu adalah hati.” Riwayat Bukhari dan Muslim.

Diterjemahkan Oleh: Sofyan Saladin, Mahasiswa Fakultas Hadits Universitas Islam Madinah

Larangan Berbuat Bid'ah

Arba'in Nawawi Hadits ke: [5] 

عَنْ أُمِّ الْمُؤْمِنِيْنَ أُمِّ عَبْدِ اللهِ عَائِشَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهَا قَالَتْ: قَالَ رَسُوْلُ الله : مَنْ أَحْدَثَ فِي أَمْرِنَا هَذَا مَا لَيْسَ مِنْهُ فَهُوَرَدٌّ. رَوَاهُ الْبُخَارِيُّ وَمُسْلِمٌ. وَفِيْ رِوَايَةٍ لِمُسْلِمٍ : مَنْ عَمِلَ عَمَلاً لَيْسَ عَلَيْهِ أَمْرُنَا فَهُوَرَدٌّ.

Dari Ummul Mu’minin; Ummu Abdillah; Aisyah Radhiyallahu 'Anha, dia berkata: “Rasulullah  bersabda: “Barang siapa yang mengada-ada dalam urusan (agama) kami ini yang bukan (berasal) darinya maka dia tertolak.” Riwayat Bukhori dan Muslim. 

Dalam riwayat Muslim: “Barang siapa yang melakukan suatu amalan yang tidak didasari oleh perintah  kami, maka dia tertolak."

Diterjemahkan Oleh: Sofyan Saladin, Mahasiswa Fakultas Hadits Universitas Islam Madinah

Arsip

Follow us on

Copyright © Jejak Nabi | Powered by Blogger

Design by Anders Noren | Blogger Theme by NewBloggerThemes.com